R.I.P Jacque Fresco, A Tribute To One Of The Greatest Thinkers Of 20 Century.

0
108
Jacque Fresco

Hari itu, beberapa post di group Facebook didominasi berbagai post tentang tribute untuk seorang pemikir besar, seseorang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kehidupan yang lebih baik untuk semua-telah meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya.

Fresco & Roxanne MeadowsJacque Fresco meninggal di umur 101 tahun pada 18 Mei 2017, kabarnya penyakit parkinson merenggut nyawanya. Sesuai dengan keinginannya, tubuhnya disumbangkan untuk keperluan science sehingga tidak ada acara pemakaman seperti pada umumnya. Posting dari berbagai website bermunculan sebagai tribute atas jasanya yang luar biasa, pada halaman resminya di thevenusproject.com terpampang open letter dari Roxanne Meadows, sebagai co-founder yang sekarang harus meneruskan visi dari Jacque Fresco seorang diri.

“Perkenalan” gw dengan Jacque Fresco berawal dari sebuah video di channel youtube, dengan lantangnya Fresco menjelaskan tentang bobroknya system yang berjalan saat ini sembari memberikan solusi tepat berdasar pada akar masalah yang biasanya luput dari mata umum.

Rasa kagum membuat lebih penasaran tentang sosoknya sampai-sampai gw menghabiskan kuota pelit yang gw punya untuk mempelajari solusi yang ditawarkan Fresco. Dari sana gw mulai berkenalan dengan NGO lainnya yang senada, the Zeitgeist Movement.

Jacque Fresco dikenal sebagai seorang futurist, rekan kerja serta  orang-orang terdekatnya selalu berkata bahwa dia seperti seseorang yang hidup bukan dijamannya. Ide, visi bahkan temuan yang dia hasilkan selalu bernuansa futuristik dengan impact yang lebih baik serta mengedepankan fungsi yang selaras dengan alam. Semasa hidupnya dia aktif menulis dan memberikan kuliah tentang sustainability, automation, teknologi cybernetic, human behavior, resource management, energy terbarukan dan banyak lainnya.

Salah satu visi dari Fresco adalah dunia yang lebih baik untuk seluruh penghuninya, dunia yang selaras dengan alam serta pencapaian potensi manusia setinggi tingginya. Dia sadar bahwa semua itu tidak akan bisa tercapai diatas system moneter yang saat ini berjalan. Karena alasan ini dia menawarkan rancangan implementasi system socioeconomy global, suatu system yang jujur dan mengutamakan manusia, alam dan spesies lainnya yaitu Resource Based Economy (RBE), dunia yang berjalan tanpa uang dimana semua resource yang ada merupakan warisan untuk semua mahluk yang ada didalamnya.

Sungguh indah, bayangkan sebuah dunia yang adil untuk semua dimana tindak criminal, perusakan alam, peperangan dan keborokan lainnya yang selama ini kita lihat akan jauh berkurang… tapi tentu saja tidak semua orang melihat dengan sama, dengan cepat berbagai label diterapkan terhadap Fresco, seperti utopian bahkan orang yang tidak waras.  Fresco sadar akan ini dan ketika ditanya pendapatnya dia berkata bahwa suatu saat dunia akan bangkrut dan kacau balau dan disaat itulah idenya akan mulai diterima orang banyak.

Ketika sesuatu terjadi secara gradual kita cendrung mengacuhkannya dan inilah yang terjadi saat ini. Kita semua sadar bahwa over fishing, poverty, perusakan alam, eksploitasi, perang dan hal buruk lainnya akan mengancam kelangsungan hidup manusia, tapi kita terus saja melakukannya sampai pada titik dimana kita semua berhenti karena tidak ada lagi yang tersisa. Umat manusia sedang berjalan menuju arah kehancuran dan kita perlu menyelamatkan diri dari diri kita sendiri sebelum semuanya terlambat.

R.I.P Jacque Fresco, we will continue your fight and someday your hard work will pays off and your ideas will come to fruition.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here