Film ini mengeksplorasi banyak aspek dari masyarakat kita. Untuk memikirkan kembali apa yang mungkin di dunia kita, kita perlu mempertimbangkan kembali kita ingin hidup didunia seperti apa. Meskipun kita menyebutnya sebagai peradaban, tapi sebenarnya kita tidak lah beradab.

Visi persatuan global & persekutuan telah lama menginspirasi manusia, namun pengaturan sosial hingga saat ini sebagian besar telah gagal menghasilkan dunia yang damai dan produktif. Sementara kita tampak maju secara teknis, tapi nilai-nilai dan perilaku kitalah yang tidak.

Kemungkinan akan masa depan yang optimis, kontras dengan dilema sosial, ekonomi, dan lingkungan kita saat ini. The Choice is Our termasuk wawancara dengan para ilmuwan terkemuka, media profesional, penulis, dan pemikir lainnya yang menjelajahi permasalahan yang kita hadapi saat ini.

Bagian I berisi pengenalan dan gambaran dari kondisi budaya & lingkungan yang bisa dipertahankan untuk peradaban dunia yang sustainable/berkelanjutan. Mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku untuk menghilangkan mitos “sifat manusia”, sembari menunjukkan bagaimana lingkungan membentuk perilaku kita. Ilmu tentang perilaku sangatlah penting – namun sebagian besar hilang – yang merupakan “bumbu” dalam budaya kita.

Bagian II mempertanyakan nilai-nilai, perilaku, dan konsekuensi dari struktur sosial kita, dan menggambarkan betapa kunonya sistem moneter global, serta semakin tidak kompeten dalam memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.

Pertimbangan penting dari perbankan, media, dan sistem peradilan pidana mengungkapkan lembaga-lembaga ini untuk apa mereka sebenarnya: adalah alat kontrol sosial yang dikelola oleh para elit politik dan penguasa ekonomi. Jika kita tetap seperti ini, maka siklus kriminalitas, bencana ekonomi, perang, dan kerusakan lingkungan lebih lanjut tidak akan terelakan.

Bagian III menjelaskan metode dan potensi ilmu pengetahuan. Mengusulkan solusi yang dapat kita terapkan saat ini untuk menghilangkan penggunaan sumber-sumber non-energi terbarukan.

Menggambarkan visi The Venus Project untuk membangun sebuah dunia yang sama sekali baru dari bawah ke atas: “desain ulang budaya”, di mana semua bisa menikmati standar hidup yang tinggi, bebas dari perbudakan dan hutang, sementara masih tetap bisa melestarikan lingkungan.

Bagian IV menjelaskan bagaimana ini bukan hanya arsitektur dan struktur sosial yang sangat membutuhkan perubahan, tetapi nilai-nilai kita yang telah diwariskan dari abad yang lalu perlu juga diperbarui untuk beradaptasi dengan teknologi saat ini, yang memiliki potensi untuk menghilangkan kebiasaan buruk masyarakat yang selama ini didorong oleh konsep “kelangkaan“.

Sebagian besar masalah yang ada biasanya dibuat oleh kita sendiri, tapi kita masih bisa membalikkan keadaan sebelum terlambat, tidak terlalu terlambat untuk pandangan optimis pada kemungkinan fantastis yang terbentang di hadapan kita.

The Venus Project mengusulkan visi alternatif yang bisa kita bangun jika kita menerapkan apa yang sudah kita ketahui agar dapat mencapai peradaban dunia baru yang berkelanjutan. 

Panggilan untuk mendesain ulang secara langsung dimana budaya usang kita saat ini -seperti perang, kemiskinan, kelaparan, hutang dan penderitaan manusia yang tidak perlu, dipandang tidak hanya bisa dihindari, tetapi benar-benar tidak dapat diterima. Semua yang kurang akan mengakibatkan kelanjutan katalog masalah yang sama yang melekat di dunia saat ini .

Produced/Directed by Roxanne Meadows and Joel Holt
Script by Roxanne Meadows
Editor Joel Holt, assisted by Roxanne Meadows & Nathaniel Dinwiddie
Original Score by Kat Apple

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here